Penang - Hatyai - Phuket 1
After a very long time, finally could write again.
Kali ini mau share pengalaman ke Phuket, Thailand, via jalan darat. Jadi ceritanya, penat banget sama kerjaan di kantor dan pengen have a short escape. Dan jadilah cari-cari tiket promo. Dan nemu tiket promo untuk tujuan ke Penang, Malaysia. Awalnya nggak ada rencana mau ke Phuket, alias cuma mau keliling di Penang aja, mau wisata kuliner aja, dan lagi karena baru mulai kerja lagi, jadi sebenarnya ini liburan curi-curi. Tapi kemudian, masalah klise penerbangan promo, penerbangan kami di pindah jadi lebih awal, alhasil harus cuti sendiri lebih panjang, dan jadilah mikir untuk cari destinasi yang lebih jauh. Dan yang dekat sama Penang, yah, Phuket.
Perjalanan darat ke Phuket sudah pasti harus lewat Hatyai (atau saya yang belum nemu jalur alternative lain). Hmmm,, bisa naik bus atau kereta. Tapi dengan alasan irit, kami jadinya pilih naik bus aja. Well, sebenarnya nggak ada yang namanya bus untuk ke Hatyai. Yang ada itu adalah van yang harus dipesan di tour travel di Penang. Harga tiketnya antara RM35-40, tapi kebanyakan sih kasih harga RM40 untuk sekali jalan. Dari beberapa tour yang kapan lalu kami tanya, ada satu yang kasih harga RM35, kalo nggak salah namanya AG tour. Kalo dari bus station Komtar kita harus nyebrang dulu ke Prangin Mall, lalu di situ bakalan ada deretan money changer dan tour travel. Si ibu yang jaga baik dan boleh titip tas banyak kalau mau main sebentar di George Town (waktu itu karena jadwal kami jam setengah 4, kami titip tasnya mulai jam setengah 10an sampe mau berangkat. Mana banyak lagi tasnya). Untuk jadwal, van ke Hatyai itu ada yang jam setengah 9, jam 12, dan jam setengah 4, dengan lama perjalanan sekitar 4 - 5 jam.
Udah pasti kalau mau ke negara yang berbeda, harus lewat border dari masing-masing negara. Dan uniknya waktu mau ngelewatin Malaysian border, kami itu dimintain duit RM2, nggak tau itu untuk apa. Pas balik dari Hatyai juga gitu, pas di Thailand border, dimintai 10 Bath sama si unclenya. Pas dari Hatyai (Thailand) ke Penang (Malaysia), ada bule yang awalnya nggak mau kasih itu duit. Si bule tanya tu duit buat apa, dan kata si driver karena holiday, nggak ngerti holiday apa (waktu itu emang deketan sama hari raya Waisak, tapi nggak bertepatan sama hari kami balik). Lalu si uncle itu malah bilang untuk stempel imigrasi. Makin nggak mau lah si bule kasih itu uang, katanya sih alasannya nggak masuk akal, katanya kalau alasannya untuk korupsi baru dia mau kasih uang. Sebenarnya, heran juga sih, karena itu kali pertama dimintain duit waktu di imigrasi. Tapi karena orang Asia dan nggak mau cari ribut, ya udah bayar aja. Nggak bagus juga sih sebenarnya, tapi daripada pulang nggak selamat. Tapi jadi penasaran gimana sama perbatasan darat di Indonesia, ya, apa ada pungut-pungutan kayak gitu juga.
Well, lanjut lagi sama transportasi Penang- Hatyai - Phuket. Waktu sampe di Hatyai, kami langsung kaget karena semua orang itu berdiri dan nggak ada yang melakukan apa-apa. Ternyata, lagu kebangsaan mereka lagi dikumandangkan. Salut!!! Coba di Indonesia, kita bakalan gitu nggak ya kalau dengar lagu Indonesia Raya. (intermezzo ini).
Harga tiket Hatyai - Phuket itu macam-macam. Ada yang VIP bisa sampe 500 Bath, nah karena mau irit, kita pilih yang murah aja, 325 Bath. Selain karena mau irit, kami juga pilih bus yang paling malam (21.30) supaya nginap di bus dan sampe pagi di Phuket, jadi lumayan buat irit biaya hotel. Jadwal sampe di Phuket sih tertulis jam 4.30, ternyata kami sampe lebih cepat, jam 3.30 uda sampe. Dan jadilah kami tidur-tidur ayam kayak gembel di Bus Terminal 2 Phuket.
Kalau mau cerita sedikit tentang bus terminal di Phuket. Kalau nggak salah, ada dua di Phuket, bus terminal untuk local busses, sama bus terminal antar provinsi. Nah, Bus Terminal 2 ini yang untuk antar provinsi. Seperti yang tadi saya ceritakan di awal kami tidur-tidur gembel di bus terminal itu. FYI, saya pergi bareng adik dan 1 temen, jadi kami bertiga dan kami cewek. Untungnya ada ibu dan turis bule cewek lain di terminal itu. Overall sih, oke terminalnya. Karena paling nggak ada charger untuk charge hape, dan itu gratis, beda sama terminal di Hatyai yang harus bayar 10 bath untuk 30 menit.
Setelah itu, karena penerbangan kami balik ke Medan itu dari Penang bukan dari Phuket, kami harus balik lewat jalan darat lagi, aka pake bus. Jadi supaya bisa plong sama transportasi, jadilah kami cari loket untuk beli tiket Phuket - Penang. Dan itu ada, hanya mehong alias mahal. Harganya dua kali lipat ciinn, 1150 Bath, kalau dirupiahkan sekitar 200ribuan lebih mahal daripada total tiket kami yang sebelumnya. Katanya sih itu tiket dengan fasilitas super VIP. Katanya di Hatyai akan dijemput sama petugas setempat lalu difasilitasi sama rest area dan kopi, dll. Tapi ternyata. Beugh. Jauh lah, kami tetap harus tidur gembel di terminal Hatyai which is not better than the bus terminal in Phuket. Jadi saran untuk yang mau ke Phuket via jalan darat, mending beli tiket pulang pergi dari Penang - Hatyai, lalu Hatyai - Phuket. Jadi bisa save money, gitu.
Baiklah. Untuk sementara segitu aja kali ya. Maaf kalo nggak ada foto yang representative, belum sempat dipindahin filenya. Next, dan kalau lagi lowong, bakalan tulis tentang jalan-jalan di jalan di Penang sama Phuket. Semoga bermanfaar. Happy Travelling ^_^
Kali ini mau share pengalaman ke Phuket, Thailand, via jalan darat. Jadi ceritanya, penat banget sama kerjaan di kantor dan pengen have a short escape. Dan jadilah cari-cari tiket promo. Dan nemu tiket promo untuk tujuan ke Penang, Malaysia. Awalnya nggak ada rencana mau ke Phuket, alias cuma mau keliling di Penang aja, mau wisata kuliner aja, dan lagi karena baru mulai kerja lagi, jadi sebenarnya ini liburan curi-curi. Tapi kemudian, masalah klise penerbangan promo, penerbangan kami di pindah jadi lebih awal, alhasil harus cuti sendiri lebih panjang, dan jadilah mikir untuk cari destinasi yang lebih jauh. Dan yang dekat sama Penang, yah, Phuket.
Perjalanan darat ke Phuket sudah pasti harus lewat Hatyai (atau saya yang belum nemu jalur alternative lain). Hmmm,, bisa naik bus atau kereta. Tapi dengan alasan irit, kami jadinya pilih naik bus aja. Well, sebenarnya nggak ada yang namanya bus untuk ke Hatyai. Yang ada itu adalah van yang harus dipesan di tour travel di Penang. Harga tiketnya antara RM35-40, tapi kebanyakan sih kasih harga RM40 untuk sekali jalan. Dari beberapa tour yang kapan lalu kami tanya, ada satu yang kasih harga RM35, kalo nggak salah namanya AG tour. Kalo dari bus station Komtar kita harus nyebrang dulu ke Prangin Mall, lalu di situ bakalan ada deretan money changer dan tour travel. Si ibu yang jaga baik dan boleh titip tas banyak kalau mau main sebentar di George Town (waktu itu karena jadwal kami jam setengah 4, kami titip tasnya mulai jam setengah 10an sampe mau berangkat. Mana banyak lagi tasnya). Untuk jadwal, van ke Hatyai itu ada yang jam setengah 9, jam 12, dan jam setengah 4, dengan lama perjalanan sekitar 4 - 5 jam.
Udah pasti kalau mau ke negara yang berbeda, harus lewat border dari masing-masing negara. Dan uniknya waktu mau ngelewatin Malaysian border, kami itu dimintain duit RM2, nggak tau itu untuk apa. Pas balik dari Hatyai juga gitu, pas di Thailand border, dimintai 10 Bath sama si unclenya. Pas dari Hatyai (Thailand) ke Penang (Malaysia), ada bule yang awalnya nggak mau kasih itu duit. Si bule tanya tu duit buat apa, dan kata si driver karena holiday, nggak ngerti holiday apa (waktu itu emang deketan sama hari raya Waisak, tapi nggak bertepatan sama hari kami balik). Lalu si uncle itu malah bilang untuk stempel imigrasi. Makin nggak mau lah si bule kasih itu uang, katanya sih alasannya nggak masuk akal, katanya kalau alasannya untuk korupsi baru dia mau kasih uang. Sebenarnya, heran juga sih, karena itu kali pertama dimintain duit waktu di imigrasi. Tapi karena orang Asia dan nggak mau cari ribut, ya udah bayar aja. Nggak bagus juga sih sebenarnya, tapi daripada pulang nggak selamat. Tapi jadi penasaran gimana sama perbatasan darat di Indonesia, ya, apa ada pungut-pungutan kayak gitu juga.
Well, lanjut lagi sama transportasi Penang- Hatyai - Phuket. Waktu sampe di Hatyai, kami langsung kaget karena semua orang itu berdiri dan nggak ada yang melakukan apa-apa. Ternyata, lagu kebangsaan mereka lagi dikumandangkan. Salut!!! Coba di Indonesia, kita bakalan gitu nggak ya kalau dengar lagu Indonesia Raya. (intermezzo ini).
Harga tiket Hatyai - Phuket itu macam-macam. Ada yang VIP bisa sampe 500 Bath, nah karena mau irit, kita pilih yang murah aja, 325 Bath. Selain karena mau irit, kami juga pilih bus yang paling malam (21.30) supaya nginap di bus dan sampe pagi di Phuket, jadi lumayan buat irit biaya hotel. Jadwal sampe di Phuket sih tertulis jam 4.30, ternyata kami sampe lebih cepat, jam 3.30 uda sampe. Dan jadilah kami tidur-tidur ayam kayak gembel di Bus Terminal 2 Phuket.
Kalau mau cerita sedikit tentang bus terminal di Phuket. Kalau nggak salah, ada dua di Phuket, bus terminal untuk local busses, sama bus terminal antar provinsi. Nah, Bus Terminal 2 ini yang untuk antar provinsi. Seperti yang tadi saya ceritakan di awal kami tidur-tidur gembel di bus terminal itu. FYI, saya pergi bareng adik dan 1 temen, jadi kami bertiga dan kami cewek. Untungnya ada ibu dan turis bule cewek lain di terminal itu. Overall sih, oke terminalnya. Karena paling nggak ada charger untuk charge hape, dan itu gratis, beda sama terminal di Hatyai yang harus bayar 10 bath untuk 30 menit.
Setelah itu, karena penerbangan kami balik ke Medan itu dari Penang bukan dari Phuket, kami harus balik lewat jalan darat lagi, aka pake bus. Jadi supaya bisa plong sama transportasi, jadilah kami cari loket untuk beli tiket Phuket - Penang. Dan itu ada, hanya mehong alias mahal. Harganya dua kali lipat ciinn, 1150 Bath, kalau dirupiahkan sekitar 200ribuan lebih mahal daripada total tiket kami yang sebelumnya. Katanya sih itu tiket dengan fasilitas super VIP. Katanya di Hatyai akan dijemput sama petugas setempat lalu difasilitasi sama rest area dan kopi, dll. Tapi ternyata. Beugh. Jauh lah, kami tetap harus tidur gembel di terminal Hatyai which is not better than the bus terminal in Phuket. Jadi saran untuk yang mau ke Phuket via jalan darat, mending beli tiket pulang pergi dari Penang - Hatyai, lalu Hatyai - Phuket. Jadi bisa save money, gitu.
Baiklah. Untuk sementara segitu aja kali ya. Maaf kalo nggak ada foto yang representative, belum sempat dipindahin filenya. Next, dan kalau lagi lowong, bakalan tulis tentang jalan-jalan di jalan di Penang sama Phuket. Semoga bermanfaar. Happy Travelling ^_^
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar