Yang perlu kamu ketahui tentang India (Chennai)
Well, artikel ini bakalan mirip curhatan pribadi sih sebenarnya, jadi mungkin setiap orang punya impresi yang beda-beda tentang India.
Dua kali ke India, dua-duanya punya impresi yang kurang lebih sama. hehehe
Anyway, yang mau ke India, sekarang lebih gampang, apply e-visa itu gratis tis tis tis, cepat dan gampang juga, tinggal ke https://indianvisaonline.gov.in/evisa/tvoa.html
Semua berkas tinggal diupload, paling yang perlu disiapin foto berlatar putih dengan size kurang dari 1MB, itu juga cuma diupload kalau data yang lain sudah diisi semua, final step lah, jadi nggak perlu ke konsulat atau kedutaan lagi, setelah submit, tinggal tunggu paling lama 3 hari, udah jadi aja e-visa nya, dan karena e-visa jadi nggak ditempel di passport, beda sama visa reguler yang dulu saya apply di kunjungan pertama, mehong pula, 1,2 juta, valid untuk 6 bulan, dan harus antar berkas ke konsulat, manual lah.
Back to the topic,
Untuk kunjungan yang pertama, saya ke bagian Tamil Nadu, Chennai, lalu Bangalore dan Mangalore. urusannya untuk apa? BUKAN JALAN-JALAN, saya kerja, karena bagian kerja sama gitu kan, gaya enternesienel, so saya kunjungi beberapa universitas di sana untuk build partnership. Kalau ditanya tentang Chennai, bluntly speaking, it is not my favorite one, tooooooo hoootttt for me, seriusan, puannaasss polll, bahkan partner yang orang India saja bilang "God bless Chennai, karena saking 'itu'nya. Buat yang mau ke India bagian selatan, saya sih saran, mesti pintar pilih baju yang nyaman dan nyerap keringat, karena itu panas menggigit, baju yang tipis dan lengan panjang tapi adem, mungkin bisa membantu.
Jangan lupa bawa sunblock dan kalo ciwik-ciwik, kalo takut item, bisa bawa payung, dengan resiko diliatin, kalo saya sih masa bodoh, hehe
Ada beberapa hal unik yang saya perhatikan waktu di Chennai. Satu, you'll see cows around you. Jangan heran kalo pas di jalan, ada lembu yang lagi nyebrang, atau lihat lembu di tengah kota, di pinggir jalanan. Yang kedua, I don't know why, orang India suka banget sama bunyi klakson. Padahal jalan di kanan atau kiri masih cukup buat motong, tapi kok nggak pencet klakson, kok kayaknya belum afdol gitu kali ya. Yang ketiga, kipas angin, hampir di semua ruangan yang kami kunjungi, pasti ada kipas anginnya. walau sudah ada AC di dalamnya. Yang keempat, sendal jepit. Mungkin karena budaya kali ya, orang India kayaknya suka banget pake sendal. Sempat terkejut pas di pertemuan resmi, petingginya sudah kelihatan rapih gitu pakaiannya, si Ibunya pake saree yang bagus, pas lihat bawahnya, jiiiaahhh, sendal. But that's the uniqueness of India.
Untuk transportasi selama di Chennai, saya nggak setop setop taksi, gitu juga pas begitu keluar dari bandara. Soalnya banyak info-info yang gimana gitu, jadi saya pake aplikasi taksi online yang namanya 'OLA' mirip sama ojol di Indonesia lah, di India ada dua yang terkenal OLA dan UBER, tapi kudu punya local number, krn si taxi drivernya bakal hubungi ke nomor itu. Yang menariknya waktu di Chennai, pas mau ke shopping mall (Phoenix Shopping Mall di kotanya, lumayan lengkap, buku murah di India, saya khilap beli banyak), saya nggak punya nomor lokal, bingung mau pesan taksinya gimana, akhirnya saya dibantu abang-abang India (read: anak muda India) di counter OLA di depan bandara Chennai. So, yang mau saya bilang, orang India itu baik kok (di pengalaman saya 😅). Waktu di shopping mallnya juga, pas mau pesan taksi balik ke bandara, kami minta tolong sama abang-abang India ganteng pesanin taksi, dan bukan cuma dipesanin, ditungguin bahkan sampe drivernya tiba, padahal si abangnya lagi kerja.
Nah, untuk taksi onlinenya, jangan bayangin mobil-mobil yang dipake sama ojol di Indonesia ya sayyy, mobilnya yah,,, cukuplah, tapi nggak bagus-bagus banget, yang penting sampe dengan selamat di tujuan.
Untuk yang transitnya lama pas di Chennai, tapi mau sight seeing sebentar di Chennai, bagasi kita bisa titipin di deposit, lokasinya kalau nggak salah di sekitaran parkir di bagian International Arrival. Susah jelasin how to go there, karena itu memory bulan Juni 2018, tanya aja abang-abang di sana, mereka nggak akan menyesatkan kok. Masalah harga, nggak mahal, seingat saya sih 100 rupee/ hari/ item. Banyak juga bule-bule yang nitipin tasnya di situ. Saya pernah simpan tas sampe berhari-hari di situ, dan aman kok (ceritanya msti ke Bangalore lagi, tapi nggak beli bagasi tambahan, sementara barang banyak banget).
Nah, kalo udah aman untuk lenggang kangkung, biasanya cewek-cewek atau ibu-ibu, maunya belanja kan ya. Apalagi coba yang mau dicari di India kalau bukan saree. Walau Chennai bukan kota yang saya terlalu rekomendasikan, tapi kalau belanja murah, pikiran saya langsung ke Chennai. Ada satu department store, namanya Saravana Store, department store berlantai 7 atau 8 saya nggak ingat, tapi semua ada di situ. Dan setiap lantai beda-beda item yang dijual, kalau nggak salah kalau mau beli snacks India bisa langsung ke lantai 7 atau 8, di bagian itu ada supermarket untuk keperluan sehari-hari, mulai dari panci, beras, coklat, dll. Manatau ada yang mau bawa oleh-oleh beras biryani dari India monggo, silakan. Nah, kalau ternyata info di artikel ini kurang cukup, nggak usah risau, di bagian pintu masuk ada dibagiin kertas kecil untuk directorynya kok. Kalau menurut saya, konsepnya mirip dengan konsep kebanyakan toko India sih, penyedia segalanya. Mirip sama Mustafa Plaza di Singapura. Semuanya ada dengan harga miring.
Di Saravana ini, buat ibu-ibu yang mau kasih oleh-oleh buat sekampung, tapi kasihnya saree bisa de kayaknya. Soalnya, seriusan, ada banyak pilihan saree, mulai dari yang 120 rupee (kaliin aja sekitar Rp220,-/ 1 rupee) sampe yang ribuan rupee. Hanya saja, kalo masalah kualitas, ada harga ada rupa loh. Tergantung kita mau yang gimana. Nah, kalo yang kurang suka dengan yang rame-rame, toko ini mungkin bukan andalan kamu, karena asli, ini toko ruammee poll (nggak tau apakah selalu belanja persiapan lebaran atau apa gitu, rame), jadi mesti hati-hati juga (walau tas kita bakalan diplastikin sama petugas keamanannya, menghindari segala bentuk kecurian).
Nah, yang terakhir ni tentang Chennai. Buat yang belum sempat beli oleh-oleh dan pengen beli sesuatu di duty free di airport, saya sarankan kalian tidak melakukan itu di Chennai Airport. Kenapa? Karena hanya ada satu store saja yang menjual oleh-oleh semacam coklat, ladoo, wine, dll. Dan lagi, harganya mehong. Jadi intinya, kalian tidak akan menemukan options di Chennai Airport. Begitu kelar dari security check, area yang akan ditemukan adalah waiting room. Mau beli makanan juga gitu, you won't have options there. So, you better prepare yourself beforehand, otherwise, you will only have be satisfied enough to enjoy chicken briyani at the waiting room.
Kayaknya, cukup untuk Chennai kali ini. Mudah-mudahan nggak sok sibuk banget, jadi bisa nulis tentang Delhi sama Agra.
Dua kali ke India, dua-duanya punya impresi yang kurang lebih sama. hehehe
Anyway, yang mau ke India, sekarang lebih gampang, apply e-visa itu gratis tis tis tis, cepat dan gampang juga, tinggal ke https://indianvisaonline.gov.in/evisa/tvoa.html
Semua berkas tinggal diupload, paling yang perlu disiapin foto berlatar putih dengan size kurang dari 1MB, itu juga cuma diupload kalau data yang lain sudah diisi semua, final step lah, jadi nggak perlu ke konsulat atau kedutaan lagi, setelah submit, tinggal tunggu paling lama 3 hari, udah jadi aja e-visa nya, dan karena e-visa jadi nggak ditempel di passport, beda sama visa reguler yang dulu saya apply di kunjungan pertama, mehong pula, 1,2 juta, valid untuk 6 bulan, dan harus antar berkas ke konsulat, manual lah.
Back to the topic,
Untuk kunjungan yang pertama, saya ke bagian Tamil Nadu, Chennai, lalu Bangalore dan Mangalore. urusannya untuk apa? BUKAN JALAN-JALAN, saya kerja, karena bagian kerja sama gitu kan, gaya enternesienel, so saya kunjungi beberapa universitas di sana untuk build partnership. Kalau ditanya tentang Chennai, bluntly speaking, it is not my favorite one, tooooooo hoootttt for me, seriusan, puannaasss polll, bahkan partner yang orang India saja bilang "God bless Chennai, karena saking 'itu'nya. Buat yang mau ke India bagian selatan, saya sih saran, mesti pintar pilih baju yang nyaman dan nyerap keringat, karena itu panas menggigit, baju yang tipis dan lengan panjang tapi adem, mungkin bisa membantu.
Jangan lupa bawa sunblock dan kalo ciwik-ciwik, kalo takut item, bisa bawa payung, dengan resiko diliatin, kalo saya sih masa bodoh, hehe
(lihat betapa dekilnya saya di foto itu, beneran panas, selepas kunjungan belain buat jalan)
Ada beberapa hal unik yang saya perhatikan waktu di Chennai. Satu, you'll see cows around you. Jangan heran kalo pas di jalan, ada lembu yang lagi nyebrang, atau lihat lembu di tengah kota, di pinggir jalanan. Yang kedua, I don't know why, orang India suka banget sama bunyi klakson. Padahal jalan di kanan atau kiri masih cukup buat motong, tapi kok nggak pencet klakson, kok kayaknya belum afdol gitu kali ya. Yang ketiga, kipas angin, hampir di semua ruangan yang kami kunjungi, pasti ada kipas anginnya. walau sudah ada AC di dalamnya. Yang keempat, sendal jepit. Mungkin karena budaya kali ya, orang India kayaknya suka banget pake sendal. Sempat terkejut pas di pertemuan resmi, petingginya sudah kelihatan rapih gitu pakaiannya, si Ibunya pake saree yang bagus, pas lihat bawahnya, jiiiaahhh, sendal. But that's the uniqueness of India.
Untuk transportasi selama di Chennai, saya nggak setop setop taksi, gitu juga pas begitu keluar dari bandara. Soalnya banyak info-info yang gimana gitu, jadi saya pake aplikasi taksi online yang namanya 'OLA' mirip sama ojol di Indonesia lah, di India ada dua yang terkenal OLA dan UBER, tapi kudu punya local number, krn si taxi drivernya bakal hubungi ke nomor itu. Yang menariknya waktu di Chennai, pas mau ke shopping mall (Phoenix Shopping Mall di kotanya, lumayan lengkap, buku murah di India, saya khilap beli banyak), saya nggak punya nomor lokal, bingung mau pesan taksinya gimana, akhirnya saya dibantu abang-abang India (read: anak muda India) di counter OLA di depan bandara Chennai. So, yang mau saya bilang, orang India itu baik kok (di pengalaman saya 😅). Waktu di shopping mallnya juga, pas mau pesan taksi balik ke bandara, kami minta tolong sama abang-abang India ganteng pesanin taksi, dan bukan cuma dipesanin, ditungguin bahkan sampe drivernya tiba, padahal si abangnya lagi kerja.
Nah, untuk taksi onlinenya, jangan bayangin mobil-mobil yang dipake sama ojol di Indonesia ya sayyy, mobilnya yah,,, cukuplah, tapi nggak bagus-bagus banget, yang penting sampe dengan selamat di tujuan.
Untuk yang transitnya lama pas di Chennai, tapi mau sight seeing sebentar di Chennai, bagasi kita bisa titipin di deposit, lokasinya kalau nggak salah di sekitaran parkir di bagian International Arrival. Susah jelasin how to go there, karena itu memory bulan Juni 2018, tanya aja abang-abang di sana, mereka nggak akan menyesatkan kok. Masalah harga, nggak mahal, seingat saya sih 100 rupee/ hari/ item. Banyak juga bule-bule yang nitipin tasnya di situ. Saya pernah simpan tas sampe berhari-hari di situ, dan aman kok (ceritanya msti ke Bangalore lagi, tapi nggak beli bagasi tambahan, sementara barang banyak banget).
Nah, kalo udah aman untuk lenggang kangkung, biasanya cewek-cewek atau ibu-ibu, maunya belanja kan ya. Apalagi coba yang mau dicari di India kalau bukan saree. Walau Chennai bukan kota yang saya terlalu rekomendasikan, tapi kalau belanja murah, pikiran saya langsung ke Chennai. Ada satu department store, namanya Saravana Store, department store berlantai 7 atau 8 saya nggak ingat, tapi semua ada di situ. Dan setiap lantai beda-beda item yang dijual, kalau nggak salah kalau mau beli snacks India bisa langsung ke lantai 7 atau 8, di bagian itu ada supermarket untuk keperluan sehari-hari, mulai dari panci, beras, coklat, dll. Manatau ada yang mau bawa oleh-oleh beras biryani dari India monggo, silakan. Nah, kalau ternyata info di artikel ini kurang cukup, nggak usah risau, di bagian pintu masuk ada dibagiin kertas kecil untuk directorynya kok. Kalau menurut saya, konsepnya mirip dengan konsep kebanyakan toko India sih, penyedia segalanya. Mirip sama Mustafa Plaza di Singapura. Semuanya ada dengan harga miring.
sumber: google
Nah, yang terakhir ni tentang Chennai. Buat yang belum sempat beli oleh-oleh dan pengen beli sesuatu di duty free di airport, saya sarankan kalian tidak melakukan itu di Chennai Airport. Kenapa? Karena hanya ada satu store saja yang menjual oleh-oleh semacam coklat, ladoo, wine, dll. Dan lagi, harganya mehong. Jadi intinya, kalian tidak akan menemukan options di Chennai Airport. Begitu kelar dari security check, area yang akan ditemukan adalah waiting room. Mau beli makanan juga gitu, you won't have options there. So, you better prepare yourself beforehand, otherwise, you will only have be satisfied enough to enjoy chicken briyani at the waiting room.
Kayaknya, cukup untuk Chennai kali ini. Mudah-mudahan nggak sok sibuk banget, jadi bisa nulis tentang Delhi sama Agra.


.jpeg)

Komentar
Posting Komentar