Yang perlu kamu tahu tentang India (Delhi - Agra)
Hello....
Curhatan lanjutan nih kayaknya ya, sebelum semua ingatan tentang India menghilang dari kepala.
Kalau yang lalu itu bahas tentang Chennai, kali ini mungkin mau cerita dikit tentang pengalaman pribadi selama di Delhi sama Agra.
1. Delhi
Waktu lalu, saya mungkin kasih impresi kalau Chennai itu daerah yang gersang ya. Nah, kalau untuk Delhi itu berbeda. Ada lebih banyak pohon di Delhi. Kalau saya boleh bilang, Delhi itu sangat hijau dan lebih tertata rapi daripada Chennai. Keluar dari area airport, kita akan bisa langsung lihat area yang dikenal dengan aerocity, di situ banyak banget hotel-hotel yang punya nama kayak Lemon Tree atau Raddison Blu. Hanya saja kalo kalian tergiur untuk nginap di daerah aerocity tapi punya agenda keliling perkotaan Deli, saya sarankan untuk pikir dua kali deh. Karena traffic di Delhi itu parah, di jam-jam sibuk kalian bisa menghabiskan waktu berjam-jam kena macet. So, it is not recommended.
Nah, yang lain tentang Delhi yang menarik adalah tingkat polusinya. Tinggi booouuuu. Jadi walaupun pemerintah setempat udah mempersiapkan Delhi untuk menjadi green city dengan nanam pohon, tapi tingkat polusinya itu masih tinggi banget. Waktu kunjungan saya ke Delhi di Desember lalu, saya pikir kotanya berkabut karena lagi winter. Mataharinya ketutupan gitu karena masih pagi. Ternyata eh ternyata, itu adalah polusi saudara-saudara. Sampe siang kabutnya itu nggak hilang. Jadi saya bener-bener nggak bisa lihat matahari, or mataharinya itu ketutupan sama kabut. Akhirnya saya bisa merasakan dan melihat sendiri gimana rasanya ada di salah satu kota dengan tingkat polusi terparah di dunia. Bukan maksudnya mau bilang Delhi itu nggak sehat buat dikunjungi sih, tapi sepertinya lebih baik tau kondisi tempat yang akan kita kunjungi, jadi kita bisa prepare ourselves. Jadi saran saya, buat yang mau berkunjung ke Delhi, ada baiknya siapin masker, kalo emang mau menghabiskan banyak waktu di outdoor ya.
Lalu apa lagi tentang Delhi yang perlu saya share ya? Hmmm, belanja kali ya. Well, karena alasan kunjungan ke Delhi adalah untuk kerja dan saya menghabiskan waktu pagi hari di universitas, saya cuma punya waktu belanja ya di malam hari. Jadi waktu lalu, kami memutuskan untuk pergi ke salah satu tempat semacam traditional market di daerah Connaught Place, di Delhi. Nama tempatnya apa? Lupa. Karena waktu itu cuma nemu gitu aja hasil tanya-tanya orang. Tapi yang pasti lokasinya itu adalah di bawah tanah. Jadi di situ ada banyak banget toko yang jual barang-barang, termasuk saree. Nah ini ni yang unik. Kalau kamu mau tawar barangnya, tawarlah semurah-murahnya. Kita tuh sampe terkejut waktu ada temen mau beli saree. Harga awalnya itu sekitar 14ribu rupee. Lalu si ibu ini merasa itu kemahalan dan akhirnya mau pergi dan nggak jadi beli. And you know what, mereka itu sampe banting harga ke 1000 rupee. Dan itu malah bikin kita question sama kualitas barangnya. Jadi mesti pintar-pintar sih dan hati-hati juga kalau pas mau belanja. Dan itu terjadi di beberapa toko yang kami kunjungi. Saya jadi berpikir mungkin mereka itu punya prinsip berdagang yang unik kali ya, kita itu nggak bisa window shopping, jangan coba tanya harga atau nyoba barang kalau nggak beneran mau beli.
2. Agra
Siapa sih yang nggak tau apa itu Agra? Yup, Taj Mahal. Jadi Agra itu kota di bagian utara India yang jadi lokasi salah satu dari keajaiban dunia. Nah, jadi kapan lalu ke Taj Mahal itu dengan menggunakan van yang disewa, jadi saya kurang tahu kalau naik public transportation berapa harganya. Hanya saja kalau butuh info sewa van di India, bisa DM saya 😉 Saya punya nomornya. Kalau tidak salah untuk 4 hari, biaya sewanya 35ribu rupee, sudah termasuk airport pickup dan jalan-jalan ke Agra. Kalau kata ibu atase pendidikan di Kebudes RI di Delhi sih udah murah itu ya.
Ok, sekarang lama perjalanan ke Agra, berapa lama? Jawabannya, lama. Kami berangkat dari hotel di daerah Connaught Place, sekitar pukul 7.30 waktu setempat dan baru tiba di Taj Mahal itu sekitar pukul 11.30. Itu sudah pake tol ya, itu kayak unending journey, lurusss terus jalannya, bosen. Jadi kamu bisa tidur cantik selama perjalanan. Tapi kondisinya jalannya bagus banget kok, nggak ada gludak gluduk bikin kepala jedot. Tapi lama perjalanan ke sana juga bisa bergantung sama kecepatan mobil yang ditumpangi sih. Intinya kalau mau lebih lama di Agra, sebaiknya berangkat lebih awal.
Lalu, pas udah sampe di Agra, mau ke Taj Mahalnya, van nggak bisa masuk ke area wisata. Harus berhenti di jalan utama gitu, nanti kita harus naik bajaj ke sana, karena emang akses jalannya itu kecil dan ruammeee sama pengunjung. Karena di awal sebelum kunjungan, kami sudah info mau ke Taj Mahal, jadi pihak tour travel emang udah koordinasi sama local guide. Jadilah kami disambut sama si tour guide itu dan didampingi ke Taj Mahal naik bajaj. Cukup kasih 50rupee untuk satu bajaj ya, karena emang nggak jauh, sekitar 1 kilo doank kata si bapak.
Udah selesai naik bajaj, kita masih harus turun lagi. Dan sesuai dengan saran si Bapak guide, kita harus hati-hati sama jambret atau copet, karena asli banyak banget tourist lokal sama asing yang ke sana, jadi jalanannya emang rame, plus banyak abang-abang India yang nawarin jualannya. Kata si bapak, jangan beli di situ, apalagi kalo mau beli souvenir marble, karena semuanya palsu, tidak direkomendasi. Kita bakal jalan sekitar 5 menit ke tempat pembelian tiket, dan itu masih sama, ruammeee. Hanya saja, kalau saya tidak salah ingat, foreign lane dan local lane itu dibedain, jadi buat kita yang pengunjung asing, antriannya nggak sepanjang antrian local people.
Untuk tiket, harganya 1.100 rupee dan kita dapat 1 botol kecil air mineral sama sepasang kantongan untuk bungkus sepatu. Gunanya untuk apa tuh? untuk nyeker pas masuk ke areal makam. Jadi emang mungkin untuk menjaga kebersihan situs, semua pengunjung diwajibkan pakai cover itu.
Begitu tiket sudah dapat, langsung aja masuk ke areal Taj Mahal, hanya saja kamu belum akan menemukan bangunan putih yang indah itu, karena kita masih akan berada di kulit-kulit luarnya aja, masih di area pintu gerbang. Dan kita masih harus menghadapi lautan manusia yang mengantri. Sekali lagi, di semua antrian akan ada foreign lane sama lokal lane, jadi kamu jangan salah ngantri kalau nggak mau nunggu lama. Kenapa ngantri masuknya? Karena ada security check di depan. Tas dan body screening akan dilakukan untuk mastiin nggak ada barang-barang berbahaya plus makanan masuk ke area situs. Tidak disarankan juga bawa power bank kayaknya, mending tinggalin aja di mobil atau hotel. Kamu cukup bawa barang yang seperlunya. Antrian untuk masuknya ini yang lumayan lama. Setelah bebas dari tahapan yang ini, belum ketemu juga dengan Taj Mahalnya, masih ada area gate yang kayaknya buat kita orang Indonesia yang suka selfie, udah bagus banget untuk jadi background.
Kalau tentang souvenir, seperti yang sudah saya sarankan, jangan beli di sepanjang pintu masuk area situs, karena kualitas barangnya tidak terjamin. Kalau kamu pakai jasa guide, beliau akan bawa kamu ke tempat-tempat yang emang recommended. Tapi sekali saya beli souvenir magnet yang dikulkas itu, pertamanya si abang bilang 15 magnet harganya 500 rupee, karena kami diemin aja dinaikin jumlahnya, jadi 20, lalu ke 30, sampe akhirnya 40 magnet dengan harga 500 rupee, atau sekitar seratus ribuan. Asli itu murah banget. Jadi inget pengalaman waktu belanja di Delhi, mereka berani banget untuk banting harga.
Nah, berapa tip untuk si bapak guide yang udah nemenin satu harian. Seikhlasnya buk. Tapi waktu kami tanya sama si driver, si abang nyebutin 500 rupee untuk jadi guide satu harian. Dan menurut saya itu terlalu murah, untuk pelayanan yang memuaskan. Dan ini nggak jadi patokan untuk kasih tip ke guidenya, tergantung kitanya mau kasih berapa.
Well, that's all. Hopefully, it helps you plan your trip to India. Pengen ke India lagi? Masih pengen, soalnya masih pengen ke Jaipur, Rajashtan, Shimla, dll.
Siapa sih yang nggak tau apa itu Agra? Yup, Taj Mahal. Jadi Agra itu kota di bagian utara India yang jadi lokasi salah satu dari keajaiban dunia. Nah, jadi kapan lalu ke Taj Mahal itu dengan menggunakan van yang disewa, jadi saya kurang tahu kalau naik public transportation berapa harganya. Hanya saja kalau butuh info sewa van di India, bisa DM saya 😉 Saya punya nomornya. Kalau tidak salah untuk 4 hari, biaya sewanya 35ribu rupee, sudah termasuk airport pickup dan jalan-jalan ke Agra. Kalau kata ibu atase pendidikan di Kebudes RI di Delhi sih udah murah itu ya.
Ok, sekarang lama perjalanan ke Agra, berapa lama? Jawabannya, lama. Kami berangkat dari hotel di daerah Connaught Place, sekitar pukul 7.30 waktu setempat dan baru tiba di Taj Mahal itu sekitar pukul 11.30. Itu sudah pake tol ya, itu kayak unending journey, lurusss terus jalannya, bosen. Jadi kamu bisa tidur cantik selama perjalanan. Tapi kondisinya jalannya bagus banget kok, nggak ada gludak gluduk bikin kepala jedot. Tapi lama perjalanan ke sana juga bisa bergantung sama kecepatan mobil yang ditumpangi sih. Intinya kalau mau lebih lama di Agra, sebaiknya berangkat lebih awal.
Lalu, pas udah sampe di Agra, mau ke Taj Mahalnya, van nggak bisa masuk ke area wisata. Harus berhenti di jalan utama gitu, nanti kita harus naik bajaj ke sana, karena emang akses jalannya itu kecil dan ruammeee sama pengunjung. Karena di awal sebelum kunjungan, kami sudah info mau ke Taj Mahal, jadi pihak tour travel emang udah koordinasi sama local guide. Jadilah kami disambut sama si tour guide itu dan didampingi ke Taj Mahal naik bajaj. Cukup kasih 50rupee untuk satu bajaj ya, karena emang nggak jauh, sekitar 1 kilo doank kata si bapak.
Udah selesai naik bajaj, kita masih harus turun lagi. Dan sesuai dengan saran si Bapak guide, kita harus hati-hati sama jambret atau copet, karena asli banyak banget tourist lokal sama asing yang ke sana, jadi jalanannya emang rame, plus banyak abang-abang India yang nawarin jualannya. Kata si bapak, jangan beli di situ, apalagi kalo mau beli souvenir marble, karena semuanya palsu, tidak direkomendasi. Kita bakal jalan sekitar 5 menit ke tempat pembelian tiket, dan itu masih sama, ruammeee. Hanya saja, kalau saya tidak salah ingat, foreign lane dan local lane itu dibedain, jadi buat kita yang pengunjung asing, antriannya nggak sepanjang antrian local people.
Untuk tiket, harganya 1.100 rupee dan kita dapat 1 botol kecil air mineral sama sepasang kantongan untuk bungkus sepatu. Gunanya untuk apa tuh? untuk nyeker pas masuk ke areal makam. Jadi emang mungkin untuk menjaga kebersihan situs, semua pengunjung diwajibkan pakai cover itu.
Begitu tiket sudah dapat, langsung aja masuk ke areal Taj Mahal, hanya saja kamu belum akan menemukan bangunan putih yang indah itu, karena kita masih akan berada di kulit-kulit luarnya aja, masih di area pintu gerbang. Dan kita masih harus menghadapi lautan manusia yang mengantri. Sekali lagi, di semua antrian akan ada foreign lane sama lokal lane, jadi kamu jangan salah ngantri kalau nggak mau nunggu lama. Kenapa ngantri masuknya? Karena ada security check di depan. Tas dan body screening akan dilakukan untuk mastiin nggak ada barang-barang berbahaya plus makanan masuk ke area situs. Tidak disarankan juga bawa power bank kayaknya, mending tinggalin aja di mobil atau hotel. Kamu cukup bawa barang yang seperlunya. Antrian untuk masuknya ini yang lumayan lama. Setelah bebas dari tahapan yang ini, belum ketemu juga dengan Taj Mahalnya, masih ada area gate yang kayaknya buat kita orang Indonesia yang suka selfie, udah bagus banget untuk jadi background.
Antrian di security check
Kondisi antrian untuk domestic lane
Kalau menurut saya, beruntung banget jadinya kita nggak perlu ikut di antrian yang sepanjang itu untuk masuk ke setiap cagar. Karena di area situs ini, sebenarnya ada beberapa bangunan yang bagus untuk dikunjungi, tapi yang jadi master piecenya adalah Taj Mahal.
Selanjutnya, untuk ulasan selama di Taj Mahal gimana sih? Hmm,, nggak banyak yang bisa saya ceritakan, karena sebenarnya di dalam itu yang terlalu luas, hanya ada replika makan Mum Taj, Istrinya si Raja yang dimakamkan di situ, Kenapa replika, karena makam sesungguhnya sudah jauh dikubur di bawah replika dan tidak bisa diakses oleh pengunjung.
Impresi tentang Taj Mahal gimana? Kalau saya pribadi, to visit Taj Mahal is one of my childhood dreams, soalnya bangunan ini selalu ada di bagian depan ATLAS. Dan saya dulu itu pengen banget ke sini, karena katanya ini adalah bukti cinta si Raja sama istrinya. Tapi pas saya dengar ceritanya, saya malah punya impresi yang totally different dengan kesan yang dulunya. Saya malah kagum sama orang-orang yang membuat Taj Mahal jadi salah satu keajaiban dunia, perjuangan dan dedikasi mereka menciptakan sebuah master piece.
Nah, berapa tip untuk si bapak guide yang udah nemenin satu harian. Seikhlasnya buk. Tapi waktu kami tanya sama si driver, si abang nyebutin 500 rupee untuk jadi guide satu harian. Dan menurut saya itu terlalu murah, untuk pelayanan yang memuaskan. Dan ini nggak jadi patokan untuk kasih tip ke guidenya, tergantung kitanya mau kasih berapa.
Well, that's all. Hopefully, it helps you plan your trip to India. Pengen ke India lagi? Masih pengen, soalnya masih pengen ke Jaipur, Rajashtan, Shimla, dll.







.jpeg)

Komentar
Posting Komentar